Inawa, Sebuah Sajak “Spiritualitas Lokal” dari Salim Kramat

Standar

10302168_873569482669610_5583300167942103964_n

Salim Al Kramat (sebelah kiri) seorang penyair muda terkini Sulawesi Tenggara.

Sebelum nyawa itu ada maka hidup telah ada

tetapi nyawa menyunting hidup biar ada pengakuan yang makin bergema sampai kini, maka berucap sederet kata yang beruntun mengalir dalam tubuh, sampai Malaikat sujud hormat menjalani isyarat yang tak bisa dihalaunya dan teruslah mengungkap isi bumi yang utuh lagi perawan membawa martabatnya pada sisi yang tersendiri dan disebut itu paling mulia di sisNya

teriaklah di setiap waktu nyawa yang baru, meraung ampun pada hidup yang dijumpainya Namun erat kepalan tangan terlalu rahasia adanya sambil membawa tangis dari langit ketujuh. Tepat dua setengah purnama lampu minyak kampua menyala-nyala mengikuti lantunan barasandi pertanda perang telah dimulai dengan selamat

Karena waktu, ubun-ubun mulai membatu dan canda itu mulai mengigit tubuh malaikat, terlihatlah sifat baru di hadirat Tuhan, maka dupa dibakar dalam empat unsur bumi yang menyertai bacaan modhi mengelus pundak guna menyapa ruh titipan Tuhan lewat malaikat nyata yang bernama Ina

Kini usia semakin matang menantikan kawan yang hendak menemunya, turunlah cinta dari langit tenggelam dalam batinnya melahirkan perasaan yang sama di antara mereka, kehadiran cinta mengenalkan pada kesepian, maka sunyi mulai menikam hati

Di seberang dunia turunlah api yang membara hinggap di antara angan, menguji cinta yang asing, lalu rasa itu bertasbih buat menepis baranya yang jatuh di antara langit dan bumi

Kendari 15 – 4- 2013

Inawa : bahasa Muna yang artinya nyawa
Kampua : upacara adat pengguntingan rambut suku Muna pada anak usia 44 hari
Barasandi : puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW
Modhi : sebutan suku Muna kepada orang tua pembaca do’a
Ina : panngilan suku Muna kepada Ibu

Salim Al Kramat adalah seorang penyair muda terkini Sulawesi Tenggara. Bergiat di Laskar Sastra (Lastra) Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari. Selain menyuntuki puisi, ia juga mahir memadukan gambus Muna dan puisi menjadi musikalisasi puisi yang khas. Usai tamat di UHO, kini ia berkhidmat sebagai tenaga pengajar di Universitas Sebelas November (USN) Kolaka.

About syaifuddingani

SYAIFUDDIN GANI lahir di Kampung Salubulung, Mambi, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, September 1978. Bergiat di Teater Sendiri Kendari. Sajak-sajaknya dimuat diberbagai majalah sastra, Koran, dan antologi bersama. Bulan Agustus 2009, mengikuti Perogram Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) bidang Esai. Bekerja di Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara. Memiliki istri dan satu anak yang dicintai. Email: om_puding@yahoo.com dan HP 081341677013.Kumpulan sajak tunggalnya Surat dari Matahari (Komodo Books) terbit April 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s